Harga Rumah Diprediksi Naik, Permintaan Hunian Pinggiran Kota Meningkat
Pasar properti di Indonesia diperkirakan masih akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Kenaikan harga tanah di kawasan perkotaan mendorong banyak masyarakat mulai mencari hunian di wilayah pinggiran kota yang dinilai lebih terjangkau.
Sejumlah pengamat properti menilai tren tersebut semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan penyangga kota besar kini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama.
Direktur sebuah lembaga riset properti nasional menyebutkan bahwa kenaikan harga tanah di pusat kota membuat harga rumah semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat.
“Banyak keluarga muda akhirnya mencari alternatif hunian di kawasan pinggiran kota yang masih memiliki harga lebih kompetitif,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Artapena.com, Sabtu (15/3/2026).
Menurutnya, perkembangan infrastruktur seperti jalan tol dan transportasi publik turut mendorong pertumbuhan kawasan hunian baru di wilayah tersebut.
Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Kawasan Hunian Baru
Pembangunan berbagai proyek infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir dinilai memiliki dampak signifikan terhadap sektor properti. Wilayah yang sebelumnya dianggap jauh dari pusat aktivitas kini menjadi lebih mudah dijangkau.
Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, waktu tempuh menuju pusat kota dapat dipersingkat. Kondisi ini membuat kawasan pinggiran kota menjadi lebih menarik bagi masyarakat yang bekerja di kota besar.
Selain itu, pengembang properti juga mulai membangun berbagai fasilitas penunjang seperti pusat perbelanjaan, sekolah, serta ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.
Rumah Minimalis Masih Jadi Pilihan
Tren hunian minimalis juga diperkirakan masih akan mendominasi pasar properti dalam beberapa tahun ke depan. Rumah dengan desain sederhana namun fungsional dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga modern.
Konsep rumah yang efisien dari segi ruang dan biaya pembangunan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Beberapa pengembang bahkan mulai mengembangkan konsep perumahan yang menggabungkan desain minimalis dengan konsep ramah lingkungan.
Properti Tetap Menarik sebagai Investasi
Di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis, sektor properti masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang cukup stabil.
Banyak investor menilai properti memiliki potensi kenaikan nilai dalam jangka panjang. Selain itu, properti juga dapat menghasilkan pendapatan tambahan melalui sistem sewa.
Pengamat properti menilai bahwa peluang investasi masih terbuka luas, terutama di kawasan yang sedang berkembang dan memiliki dukungan infrastruktur yang baik.
Dengan berbagai faktor tersebut, sektor properti diperkirakan tetap menjadi salah satu sektor ekonomi yang memiliki prospek positif dalam beberapa tahun ke depan.
